Cerpen Remaja - Dibalik Senyuman

Cerpen Remaja - Dibalik Senyuman

Karya: Ryadi Ya Yaa

Pagi yang indah,di tambah sunset yang bersinar.
Pagi itu,aku bersiap siap untuk pergi kuliah.Setelah semuanya ku persiap kan,akupun bergegas pergi kuliah.
Setelah sampai,aku segera masuk keruang belajar.Tak lama kemudian,aku melihat seorang gadis cantik imut dan manis.
Entah kenapa,hatiku berdebar begitu kencang,Seolah olah fikiran ku berbicara.
Tak lama kemudian jam kuliah pun di mulai.
Selang beberapa waktu,jam pulang pun di beritahukan.Dan semua mahasiswa dan siswi keluar dan pulang.
Ketika aku hendak keluar dari ruangan,ku lihat gadis yang ku pandang tadi jatuh dan kesakitan.Dan akupun segera menolong.
"Kamu tidak apa apa? Tanyaku". Dan diapun menjawab."Tidak kok,aku tidak apa apa".
"Sini,biar aku bantu.Tegurku". "Oh,ya terima kasih,Jawabnya".
Kami pun berjalan bersama sama,dan saling memperkenalkan diri.
"Namaku Ryadi,nama kamu siapa,?Tanya ku". "Oh,namaku Riska,Jawabnya sambil tersenyum". Salam kenal ya, Riska.tegas ku.

Setelah saling kenal,kami pun sering cerita satu sama lain.Termasuk membahas tentang Perasaan.
Sekian lama kami saling kenal,ada yang aneh di fikiran ku.Entah kenapa aku selalu memikirkan Riska.
Disaat lagi asyik memikirkan Riska,tiba tiba telfon berdering. "Haduuhhh,siapa sih ganggu aja.Gumam ku". "Halo Di,besok aku numpang sama kamu ya!". "Oh,iya besok aku jemput". Jawabku.
Ternyata si Iyan,aku fikir tadi siapa.Gumamku dalam hati.
Keesokan harinya,aku pun pergi menjemput Iyan dan lanjut pergi kuliah.
Iyan bertanya kepadaku.
"Eh Di,menurut kamu Riska itu udah punya pacar belum?". "Mungkin belum Yan,". Dan kami pun terus melakukan percakapan,hingga sampai ke tempat kuliah.
Di perjalan aku sempat berfikir,jangan jangan selain aku Iyan juga suka sama Riska.
Ya sudahlah,nanti juga tau Riska suka sama aku atau Iyan."gumamku".
Sekian lama ku perhatikan, Riska dan Iyan semakin dekat.
Setiap kali aku ingin berdua dengan Riska,disitu pasti ada Iyan.Ujung ujungnya,jadi ngumpul bertiga.
Meskipun lagi ngumpul bertiga,yang kulihat hanyalah ke asyikan mereka berdua yang terpampang.Seolah olah Iyan dan Riska tak menghiraukan aku.
Tak lama kemudian Iyan dan Riska bertanya kepada ku. "Kamu kenapa Di?kok diam aja!". "Engga apa apa kok!jawabku sambil tersenyum".
Setelah mereka bertanya kepada ku,Iyan dan Riska tetap saja asyik berdua.
Setelah semuanya selesai kita kita pun pergi pulang.
Sampainya di rumah,aku segera masuk ke dalam kamar dan duduk termenung.Tak lama,aku mengambil buku harian dan menuliskan cerita hidup ku.
Termasuk tentang perasaan ku kepada Riska.
Keesokan harinya,aku pergi kuliah dan setelah sampai tak sengaja aku berjumap dengan Iyan dan Riska.
Disaat berjumpa dengan Iyan dan Riska,Rasa cemburu ini membara di dalam hati.Namun ,aku tak memperlihatkan nya.Yang ku perlihatkan hanyalah senyuman.walau aku tau,senyumku itu terpaksa.
Seiring berjalanya waktu,aku memutuskan untuk mengungkap kan persaan ku kepada Riska.
Akupun menelfon Riska.
"Halo Riska,apa kabar?tanya ku". "Iya Di, aku baik baik aja.kamu apa kabar?jawab dan tanya Riska". Kami pun melanjutkan percakapan melalui telfon.
Samapai di Mana aku bertanya kepada Riska.
"Riska,besok kita ketemuan ya!". "Oh iya,aku juga pengen ketemu kamu!".
Keesokan harinya,aku dan Riska bertemu di tempat yang telah kami tentukan.
Setelah bertemu,kamipun ngobrol.Bla bla blaaa.
Dan akhirnya,aku bertanya kepada Riska.
"Riska,ak ak akuuu....,kata kata ku terhenti karna malu".
dan Riska menjawab. "Kamu kenapa Di?kok berhenti? Udah ngomong aja".
Akupun memantap kan tekad ku.
"Riska,aku suka sama kamu.kamu mau kah menjadi pendanping dalam hidup ku?".
setelah mendengar kata kata dari mulutku,Riska langsung terdiam.
"Riska,jawaban yang kamu katakan akan aku dengar dan aku terima.apapun itu!tegas ku".
Riska pun menjawab pertanyaan yang ku katakan kepadanya.
"Kamu serius Di?aku engga salah dengar kan?jawabnya". "Engga Ris,kamu engga salah dengar.aku tuh serius sama kamu!tegas ku".
"Di,maaf, aku engga bisa!jawab Riska sambil tersenyum".
Mendengar jawaban Riska,aku langsung Teridam dan berfikir.
Selang beberapa detik kemudian, Riska menjawab pertanyaan ku lagi.
"Di,maaf,aku engga bisa.... Aku engga bisa menolak cintamu,aku juga suka sama kamu!".
Mendengar jawaban Riska untuk kedua kalinya,aku langsung tersenyum dan langsung memeluknya.
"Makasih Ris,kamu mau terima cintaku!kataku sambil senyum". "Iya Di,udah lama aku impikan hal ini,jawabnya".
Akhirnya,aku dan Riska resmi berpacaran.
Aku dan Riska selalu bersama,suka duka kami jalani bersama sama.
Enam bulan lamanya hubungan kami berjalan,aku merasa sudah tidak di perdulikan lagi oleh Riska.Dan aku juga sering melihat Riska dan Iyan jalan bareng bahkan berpegangan tangan.
Namun,aku mencoba berfikir positif.Aku tau, bahwa Riska tetap setia dan sayang sama aku.
Satu bulan lamanya,aku sudah tidak tahan melihat sikap Riska yang seperti ini terus.
Fikiran ku berkata,bahwa Riska dan Iyan saling suka.tapi itu mustahil,Iyan dan Riska hanya berteman.
Didepan Riska aku berusaha terlihat bahagia dan tersenyum,tapi sungguh di sayangkan Riska tak memperdulikan itu semua.
Suatu hari,di saat aku ingin menemui Riska tak sengaja melihat Iyan dan Riska berduaan layaknya orang pacaran.
Namun aku tak menghampiri mereka berdua,aku melihat dan memperhatikan mereka.Apa yang akan terjadi.
Aku mendengarkan percakapan Riska dan Iyan,disitu ada kata kata yang benar benar membuat ku terluka dan kecewa.
"Riska,aku suka sama kamu.Kamu mau menjadi pacarku?tanya Iyan ke Riska". "Iya Yan,aku mau jadi pacar kamu!jawab Riska".

Aku fikir Riska bakal menolak Iyan,karna dia tau bahwa Riska telah menjadi pacarku.ternyata Riska menerima nya.
Padahal aku sudah mempersiap kan Kado istimewa untuk Riska,yang berupa Coklat kesukaan Riska, seikat bunga dan Buku harian ku.
Karna sangking Kagetnya,aku tak sengaja menjatuhkan kado yang ada di tanganku.Dan membuat mereka berdua menatapku dan menghampiriku.
"Ryadi,kamu jangan salah faham dulu.aku sama Iyan engga ada hubungan apa apa!kata bohong Riska". Iyan pun mengatakan hal yang sama.
"Sudahlah,jangan mengelak.kalian berdua memang cocok.Riska,aku fikir kamu setia ternyata aku salah.setelah semua ini terjadi,aku harap kamu bisa mengerti artinya kesetiaan!Tegas ku kepada Riska". "Di aku minta maaf,aku sayang sama kamu!jawab Riska sambil menangis".
"Sudah jangan menangis,tak ada gunanya lagi untuk menangis.Ini semua udah terjadi!. Andaikan kamu tau,aku menulis semua yang kita lakukan di dalam buku harian ku.Termasuk tentang Iyan!tegas ku kepada Iyan dan Riska".
Setelah kejadian itu,aku mulai berfikir.Untuk menjadi orang yang berharga tidak lah mudah.
Dan aku pun memutuskan pergi dari rumah dan menghilang,bagaikan di telan alam.
Aku juga mendapatkan informasi dari Zen temanku,bahwa Riska dan Iyan mencari ku.
Namun aku tak memperdulikanya,aku tetap bertekad untuk pergi menjauh dari mereka.
~TAMAT~

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel